Kuliner Khas Banten Meriahkan Buka Puasa Relawan FBn: Laporan Terkini

Sebuah kegiatan buka puasa yang meriah telah diadakan di Rumah Singgah Relawan Duafa FBn di Kota Serang. Acara ini dipenuhi dengan berbagai varian kuliner khas Banten yang disajikan untuk para relawan. Tujuan dari acara ini bukan hanya sekedar menikmati santapan berbuka puasa, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan dan mempromosikan kuliner tradisional Banten.
Varietas Kuliner Khas Banten
Kuliner khas Banten yang disajikan dalam acara ini sangat beragam dan mewakili kekayaan kuliner daerah. Beberapa di antaranya adalah ketan gerong, ratuban, jejorong, cecuer, pasung, kontol sapi, lupis, talam, apem putih, bacang karoket, hingga buras gorengan. Tidak hanya jajanan, hidangan utama khas Banten juga turut hadir seperti angeun lada, rabeg, gerem asem, dan kulit tangkil.
Preservasi dan Promosi Kuliner Banten
Menurut Lulu Jamaludin, inisiator kegiatan dari Relawan Fesbuk Banten News, penyajian kuliner khas Banten ini memiliki makna yang mendalam. Selain berfungsi sebagai santapan berbuka puasa, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan kuliner daerah.
“Setiap kuliner daerah memiliki cerita, tradisi dan bahan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mempromosikan kuliner Banten agar tidak tergerus oleh makanan modern,” ujar Lulu.
Dampak Ekonomi Promosi Kuliner Lokal
Bukan hanya sebagai upaya pelestarian budaya, promosi kuliner tradisional juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mendapatkan manfaat dari keberlanjutan kuliner khas daerah.
“Jika kuliner tradisional terus dikenal dan diminati, tentu akan memberikan dorongan ekonomi bagi masyarakat, mulai dari petani bahan baku hingga pelaku UMKM kuliner,” tambah Lulu.
Peringatan Milad Relawan Fesbuk Banten News dan Komunitas Bahasa Jawa Serang
Kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi momen peringatan milad ke-16 Relawan Fesbuk Banten News dan 16 tahun berdirinya Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS). Kedua komunitas ini telah aktif dalam upaya pelestarian budaya lokal, termasuk melalui bahasa dan tradisi kuliner Banten.
Komitmen Pelestarian Budaya Lokal
Manar Mas, seorang pegiat Bahasa Jawa Serang, menyatakan bahwa komunitasnya berkomitmen menjaga keberlangsungan budaya lokal, terutama Bahasa Jawa Serang sebagai bagian dari identitas masyarakat Banten.
“Pelestarian budaya tidak hanya melalui bahasa, tetapi juga melalui kuliner tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Manar.
Manar juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan untuk memastikan kuliner tradisional Banten tetap dikenal luas dan tidak hilang akibat perkembangan zaman.