Polda Riau Mendukung Niat Baznas dalam Pembangunan Jembatan Presisi Melalui Skema Kolaborasi

Polda Riau telah menunjukkan apresiasinya terhadap keinginan dan kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau yang bermaksud untuk berkontribusi dalam proyek pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi (MPP) di beberapa wilayah.
Colaboration Spirit
Rasa kolaborasi ini, menurut Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau Kombes Daniel Muharam, merupakan manifestasi nyata dari kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak pada masyarakat.
“Prinsipnya, kami sangat menghargai niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat, terutama dalam mendukung aksesibilitas bagi masyarakat di daerah,” kata Daniel.
Financial Scheme
Namun, Daniel menambahkan bahwa untuk proyek pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Polda Riau saat ini telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan. Dia menjelaskan, pembangunan jembatan ini sejak awal didorong melalui pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media.
“Alhamdulillah, dari skema tersebut, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi tanpa harus menggunakan sumber lain,” jelasnya. Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan tersebut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.
Sustainable Development
“Dengan skema ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan, namun juga tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan setiap sumber pendanaan,” lanjut Daniel.
Baznas’s Support
Sejalan dengan itu, Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan menyatakan bahwa ia memahami dan menghormati sikap Polda Riau tersebut. Ia menegaskan bahwa Baznas pada dasarnya memiliki komitmen untuk memastikan seluruh pengelolaan dana umat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.
“Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masriadi.
Future Plan
Ia juga menegaskan bahwa Baznas akan tetap fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas utama, khususnya dalam membantu kelompok mustahik di Provinsi Riau. “Ke depan, kami akan terus memperkuat program-program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Collaboration Hope
Polda Riau berharap semangat kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun melalui pendekatan pentahelix dapat terus diperkuat dalam berbagai program pembangunan lainnya, sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.