Gubernur Bobby Dorong Daerah Siapkan Studi Kelayakan UMKM untuk Tarik Investasi di PIISU 2026

Pembangunan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan perekonomian daerah. Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, menekankan pentingnya studi kelayakan UMKM sebagai langkah strategis untuk memikat minat investor. Dalam acara Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2026 yang diadakan di Panggung Terbuka Parapat, Kabupaten Simalungun, Bobby menyampaikan harapannya kepada para pemimpin daerah untuk memperkuat pengembangan UMKM melalui penerapan studi kelayakan.
Urgensi Studi Kelayakan UMKM
Mengacu pada pernyataan Gubernur Bobby, studi kelayakan UMKM bukan hanya sekadar instrumen, melainkan sebuah kebutuhan mendasar. Dengan adanya studi kelayakan yang tepat, pemerintah daerah dapat menilai potensi usaha secara objektif, mengarahkan pengembangan UMKM dengan lebih terukur, serta mempermudah akses pembiayaan dari lembaga keuangan maupun program bantuan pemerintah.
“Jika para pemimpin daerah ingin menarik perhatian para investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, mereka perlu membawa data UMKM yang sudah lengkap dengan studi kelayakan. Ini bukan hanya tentang pembinaan, tetapi juga analisis yang terstruktur agar UMKM dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Bobby.
Penerapan Digitalisasi untuk UMKM
Gubernur Bobby juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui berbagai inisiatif. Beberapa langkah yang diambil mencakup:
- Percepatan digitalisasi usaha untuk memudahkan akses pasar.
- Peningkatan akses pembiayaan agar lebih banyak UMKM yang dapat mendapatkan modal.
- Kemudahan perizinan berusaha untuk mempercepat proses pendirian usaha.
- Fasilitasi sertifikasi halal untuk menjamin kualitas produk.
- Peningkatan kualitas dan kuantitas produk untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha besar.
Semua langkah ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi UMKM agar dapat berkembang dan bersaing secara efektif.
Inovasi dan Investasi sebagai Pilar Pembangunan
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bobby menegaskan bahwa inovasi dan investasi merupakan dua pilar yang sangat penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Keduanya diharapkan dapat meningkatkan daya saing Sumatera Utara, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, sektor bisnis, akademisi, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Inovasi harus terus didorong, sementara investasi perlu difasilitasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Maksimalkan Kegiatan PIISU 2026
Gubernur Bobby juga berharap agar seluruh rangkaian kegiatan dalam PIISU 2026, mulai dari pameran inovasi daerah hingga forum bisnis, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku usaha dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan peluang baru dalam investasi, memperkuat UMKM, dan menciptakan lapangan kerja.
“Melalui PIISU 2026, kita berharap lahir peluang investasi baru, semakin kuatnya UMKM, terciptanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” tambahnya.
Strategi Kerjasama untuk Pengembangan UMKM
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Nubaity Harahap, juga menjelaskan bahwa PIISU 2026 mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Menuju UMKM Sumut Berkah.” Tema ini mencerminkan tujuan utama kegiatan yang menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan inovasi daerah, peluang investasi, produk unggulan UMKM, serta potensi pariwisata Sumatera Utara kepada masyarakat dan investor.
Penandatanganan Kerjasama Strategis
Acara pembukaan PIISU 2026 juga diwarnai dengan penandatanganan kerjasama antara pelaku usaha besar dan UMKM. Beberapa kerjasama yang terjalin antara lain:
- Hotel Niagara Parapat bekerja sama dengan Cleopatra Entertainment dalam bidang seni pertunjukan.
- Atsari Hotel bersama Bunga Low dan Makmur Jaya sepakat untuk menyediakan kudapan hotel.
- PT Aqua Farm menjalin kemitraan dengan Koperasi Nelayan Jaya untuk memberdayakan nelayan melalui pemanfaatan limbah dan hasil olahan ikan tilapia.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah secara keseluruhan.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
Inisiatif dan harapan yang disampaikan oleh Gubernur Bobby Nasution selama acara PIISU 2026 mencerminkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM di Sumatera Utara. Dengan penerapan studi kelayakan yang tepat, digitalisasi usaha, dan kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan UMKM dapat tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Bobby juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan momen PIISU 2026 sebagai kesempatan untuk menciptakan perubahan positif, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, masa depan UMKM di Sumatera Utara diharapkan akan semakin cerah dan sejahtera.

