Wali Kota Mahyaruddin Ajak Insan Pers dan Aktivis Ciptakan Persepsi Positif untuk Tanjungbalai EMAS

Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan yang lebih baik untuk Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Salim mengajak semua elemen masyarakat, termasuk insan pers dan aktivis, untuk berkolaborasi menciptakan persepsi positif terhadap program-program yang telah disusun. Hal ini menjadi sangat penting, terutama dalam konteks perkembangan dan kemajuan kota yang ingin dicapai melalui inisiatif “Tanjungbalai EMAS”.
Dialog Membangun Kerja Sama
Pada Selasa (7/7/2026) sore, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dan Plt Kadis Kominfo Indra Adiguna, mengadakan silaturahmi dan halal bi halal di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk insan pers, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan aktivis, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi pembangunan kota.
Dalam pertemuan tersebut, Mahyaruddin menekankan pentingnya menyatukan persepsi untuk mendukung visi kota, yaitu menjadikan Tanjungbalai sebagai kota yang Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera atau yang dikenal dengan sebutan “EMAS”.
Komitmen Terhadap Pembangunan
Mahyaruddin menegaskan bahwa selama lebih dari satu tahun ia dan Wakil Wali Kota Fadly memimpin, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki kondisi kota. Ini termasuk penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tampilan kota menjadi lebih rapi dan menormalisasi sistem drainase guna mencegah banjir.
“Kritik dan saran yang kami terima beragam, ada yang positif dan ada juga yang negatif. Kami menyadari bahwa kami memulai kepemimpinan ini di tengah tantangan yang cukup berat, tidak seperti sebelumnya,” ungkap Mahyaruddin. Hal ini menunjukkan kesadaran pemimpin akan kondisi yang dihadapi dan perlunya dukungan dari semua pihak.
Pentingnya Koordinasi dan Kerja Keras
Wali Kota mengingatkan bahwa untuk mencapai visi Tanjungbalai EMAS, diperlukan kerja keras dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pusat. Ia mengajak semua stakeholder, baik dari media, aktivis, maupun masyarakat umum, untuk bersama-sama membangun narasi yang positif.
“Narasi yang baik sangat penting untuk mendukung pembangunan ke depan. Kami berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan pandangan yang mendukung, terutama terkait penataan PKL dan infrastruktur,” tegas Mahyaruddin.
Transfer Ke Daerah untuk Pembangunan
Di samping itu, Mahyaruddin juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Pemkot Tanjungbalai akan menerima Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp82 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mendukung desentralisasi fiskal, layanan publik, dan pembangunan infrastruktur. Dari total tersebut, Rp27 miliar merupakan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat, dan lebih dari Rp5 miliar berasal dari dividen Bank Sumut.
- Rp82 miliar untuk Transfer Ke Daerah
- Rp27 miliar sebagai Dana Bagi Hasil dari pusat
- Lebih dari Rp5 miliar dari dividen Bank Sumut
- Dana untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum
- Dukungan terhadap layanan publik
“Meskipun kami dihadapkan pada berbagai keterbatasan, kami tidak akan mundur dalam upaya membangun Tanjungbalai. Kami akan terus berjuang untuk mencapai tujuan kami,” jelas Mahyaruddin dengan semangat.
Menjalin Sinergi untuk Masa Depan
Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah saja, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Ia berharap semua pihak, termasuk wartawan, aktivis pemuda, mahasiswa, dan penggiat LSM, akan bersinergi dalam membangun narasi yang positif untuk Tanjungbalai.
“Kita perlu semangat kebersamaan dan persepsi yang sejalan agar visi Tanjungbalai EMAS dapat terwujud. Setiap langkah yang kami ambil adalah untuk kebaikan kota ini,” ungkapnya dengan penuh harapan.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Dalam menghadapi tantangan yang ada, Mahyaruddin tetap optimis bahwa dengan dukungan semua elemen masyarakat, Tanjungbalai dapat berkembang menjadi kota yang lebih baik. Ia percaya bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan pembangunan.
“Mari kita semua bersatu untuk memajukan Tanjungbalai. Dengan kerjasama yang solid, kami yakin visi Tanjungbalai EMAS bukanlah sekadar impian, melainkan dapat diwujudkan menjadi kenyataan,” tutup Mahyaruddin Salim dengan keyakinan.